Fakta Tentang Angsa

Sophie Sunday, 23 August 2009

| | 3 Comments |

Saw – Bandung 

Sahabat Baltyra yang berbahagia…
 
Beberapa waktu yang lalu, saya sedang dihinggapi perasaan jenuh. Enggan mikir persoalan sekeliling. Suntuk dengan segala keluh kesah masyarakat pinggiran. Berniat mundur dari beberapa amanah yang berkaitan dengan urusan orang banyak.
 
Satu hal yang sebenarnya wajar saja, karena saya juga sedang dilanda banyak permasalahan pribadi. Saya butuh waktu dan suasana tersendiri untuk bisa menyelesaikan persoalan tersebut. Setidaknya itulah kata hati saya.
 
Sampai akhirnya saya mendapatkan pencerahan dari seorang sahabat. Sahabat saya ini adalah seorang ibu yang sederhana dibalik gemerlap yang bisa dimilikinya. Justru karena sosok ini saya kenal sebagai seorang yang tidak hanya ‘omong doang’, rasanya taushiyah (nasehat) yang disampaikannya sangat mengena.
 
Beliau mengambil filosofi angsa dengan berbagai fakta tentangnya. Ya, angsa yang jika ada sahabat Baltyra tinggal di wilayah dengan empat musim, pasti akan melihat pada musim gugur terlihat gerombolan angsa yang terbang ke Selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi huruf ‘V’. Terungkap bahwa ada beberapa fakta ilmiah berkaitan tentang hal tersebut :
 
flock-of-birds-in-v-formation
 
Fakta Pertama
Setiap burung mengepakkan sayapnya dan hal ini otomatis memberikan daya dukung bagi burung yang ada di belakangnya dengan tanpa bersusah payah menembus dinding udara di depannya. Dengan terbang dalam formasi ‘V’ seluruh kawanan dapat menempuh jarak 71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendiri-sendiri. Dalam fakta, hal yang dapat kita ambil pelajaran dalam kehidupan bermasyarakat adalah bahwa kebersamaan dengan pola aturan yang sudah disepakati bersama akan memberikan daya dukung yang lebih baik daripada kita hidup sendiri-sendiri. Tujuan bersama akan lebih cepat dan lebih mudah kita capai karena kita menjalani kebersamaan ini dengan saling dukung antara satu dengan yang lain.
 
swan formation
Fakta ke dua
Jika ada burung keluar dari formasinya, maka ia akan cepat-cepat kembali ke dalam barisannya. Karena baginya akan sangat berat untuk terbang sendirian.
 
Logikanya, jika kita mengambil langkah menyendiri, acuh tak acuh, apatis terhadap kebersamaan, maka sebenarnya ‘serigala selalu menerkam kambing-kambing’ yang sendirian. Dalam kebersamaan, kita akan bisa menerima bantuan ketika kita membutuhkan, pun bisa memberikan bantuan bagi yang membutuhkan. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu dengan seorang diri daripada melakukannya bersama-sama.
 
birds
Fakta ke tiga.
Ketika angsa yang memimpin di depan menjadi lelah, maka ia akan terbang memutar ke belakang dan angsa lain akan menggantikan posisinya.
 
Dari fakta ini bisa kita petik hikmah akan regenerasi bagi kepemimpinan. Dalam sebuah kebersamaan, tentu akan ada pemimpin. Apapun namanya. Ketua RT, RW, moderator, admin, sesepuh, walikota, bupati, gubernur atau Presiden. Jika terlalu lama memimpin, tentu energinya akan terkuras.
Sama dengan angsa. Manusia pun saling bergantung antara satu dengan yang lainnya dalam hal kemampuan, kapasitas, dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya yang lainnya.
 
Fakta ke empat.
Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ‘V’ ini, mengeluarkan suara riuh rendah dari belakang untuk memberikan semangat pada angsa-angsa yang berada di barisan depan.
 
Fakta ini memberikan pelajaran pada kita, bahwa suara kita, dimanapun posisi kita berada dalam sebuah kebersamaan, akan sangat memiliki arti. Dan kita harus memastikan bahwa suara kita adalah suara yang mampu memberikan semangat, bukan suara yang melemahkan.
 
Fakta ke lima.
Ketika seekor angsa menjadi sakit, tertembak atau terluka, kemudian jatuh, maka dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi mengikuti turun terbang angsa yang terluka tersebut. Mereka akan tinggal bersama angsa tersebut sampai angsa tersebut mati atau bisa terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau bergabung membentuk formasi mengikuti rombongan yang lain guna mengejar ketertinggalannya.
 
V-formation
Luar biasa!. Jika kita masih punya perasaan, setidaknya sebagaimana angsa-angsa ini. Kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti segalanya baik.
 
Saya resapi tutur kata sahabat sekaligus tetangga saya tersebut. Dan saya pun paham, bahwa saya harus tetap ambil bagian dalam formasi yang disepakati oleh kebersamaan kami. Ada kebersamaan di lingkungan RT, RW, ada kebersamaan di organisasi kemasyarakatan, ada kebersamaan dalam majelis taklim dan lain-lain. Apapun peran saya, bisa jadi di posisi ujung tombak, di posisi belakang barisan, di posisi dua angsa yang menjadi pendamping bagi angsa yang sakit, semuanya harus bisa saya lakukan dengan sebaik-baiknya.
 
Dan saya melihat, beberapa waktu yang lalu, saya pernah berperan sebagai angsa yang terluka dan jatuh. Alhamdulillah, saya tidak ditinggal sendirian. Saya mendapatkan teman yang memberikan obat bagi penyakit saya.
 
Sahabat Baltyra…
 
Apapun yang Alloh ciptakan di bumi ini adalah sarana pembelajaran bagi kita. Sebagai makhluk social, secara otomatis kepentingan untuk berinteraksi antara satu dengan yang lain akan membutuhkan pemenuhan.
 
Mungkin pernah kita merasa tidak butuh kebersamaan, tapi toh kemudian kita akan kembali lagi mencari kebersamaan. Entah itu di dunia nyata, atau di dunia maya.
 
Demikian juga kebersamaan kita di Baltyra ini, semoga bisa seindah dan sedalam makna filosofi angsa. Bisa, kan?
 
 
Ilustrasi:
http://en.wikipedia.org/wiki/File:V-formation.jpg
http://www.dreamstime.com
Categories: Headline
Tags: ,

3 Comments for “Fakta Tentang Angsa”

  1. Kornelya, NY

    SAW, analogy yang menarik, tak heran bila angsa menjadi symbol kesetiakawanan. Sayangnya kita manusia sering tidak mengakui keterbatasan, sudah sayap-sayap patah alias sepuh sekalipun, tetap tak rela diregenerasi. Salam!!

  2. CHIE

    Hadir dulu ah…bacanya nanti aja setelah masak selesai.

  3. CHIE

    Pertamax……..!!!

Leave a Reply

Log in | Designed by Gabfire themes