Syanti – Srilanka
Long…….long time ago!
Di awal abad ke 19, di daerah Pati, Jawa tengah. Hidup seorang pemuda yang bernama Jo yang berasal dari keluarga kelas menengah. Pada saat itu bila seseorang bisa baca tulis dan mengerti sedikit bahasa Belanda akan mendapatkan pekerjaan yang cukup baik,
Handoko Widagdo – Solo
Sampai sekarang saya tidak bisa mendapat penjelasan kenapa ia dipanggil seperti itu. Tetangga-tetangga kami di kampung memanggilnya Bah Gendhot. Namanya Kwee Sin Hwat. Mungkin karena sulitnya lidah Jawa mengucapkan Sin Hwat, akhirnya Gendhotlah yang menjadi nama popularnya. Tetangga-tetangga kampung kami bahkan tidak tahu bahwa ia mempunyai nama Indonesia, tepatnya nama Jawa. [...]
….satu tulisan tentang kebudayaan Tionghoa Peranakan di Indonesia….
Ada kah sebagian dari pembaca yang masih ‘menangi’ (apa ya bahasa Indonesianya? Artinya kurang lebih masih sempat bertemu atau berinteraksi sebelum meninggal) para nenek, emak, mak-co/nenek buyut yang memiliki penampilan seperti gadis di foto kuno ini.
Golden Lilies (Seorang wanita cantik legendaris di masa Dinasti Qing)
Satu tulisan tentang Budaya Tionghoa Peranakan
Tahukah anda Wayang Potehi?
Bagi yang belum tahu, semoga tulisan ini mencerahkan dan menambah khasanah pengetahuan akan kebudayaan Indonesia. Bagi yang sudah tahu atau pernah tahu, semoga tulisan ini dapat membawa kembali kenangan kita di masa kecil di suatu masa di suatu tempat di mana kita pernah menontonnya.